zmedia

Setelah Aktivis GSF Dibebaskan dari Israel

Pembebasan Sembilan WNI dari Penahanan Militer Israel


Sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 kini telah dibebaskan setelah ditahan oleh militer Israel. Mereka sedang dalam proses pemulangan ke Indonesia dan saat ini berada di Turki.

Kabar mengenai pembebasan tersebut pertama kali disampaikan oleh lembaga bantuan hukum Palestina, Adalah. Menlu RI, Sugiono, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan pemulangan sembilan WNI tersebut. Ia menjelaskan bahwa para relawan itu kini sedang dalam perjalanan meninggalkan wilayah Israel menuju Istanbul, Turki, dan akan segera melanjutkan perjalanan kembali ke Tanah Air.

Pemerintah Indonesia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Turki atas peran aktifnya dalam memfasilitasi proses pemulangan para WNI tersebut. Sugiono menegaskan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan proses pemulangan berjalan lancar dan aman.


Saat ini, sembilan WNI tersebut masih menunggu proses kepulangan ke Indonesia. Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Henny Hamidah, menyampaikan bahwa proses pemulangan masih dalam tahap penyelesaian di Istanbul. Ia menegaskan bahwa para WNI akan segera dipulangkan setelah prosesnya selesai.

Pembebasan para WNI tersebut disambut dengan gembira oleh keluarga mereka. Ibunda salah satu aktivis, Andi Angga Prasadewa, Sutrawati Kaharuddin, mengaku mendapat kabar sejak kemarin bahwa anaknya sudah dideportasi ke Turki. Ia mengatakan bahwa Angga kini berada di Turki dan dalam kondisi sehat.

Selain itu, keluarga Angga juga melakukan video call usai pembebasannya. Dalam komunikasi singkat tersebut, Angga menceritakan pengalaman buruk selama dalam tahanan di Israel. Ia mengaku mengalami intimidasi dan kekerasan fisik selama masa penahanan.


Menurut Sutrawati, anggota tubuh Angga mengalami sedikit memar akibat kekerasan yang dialaminya. Namun, kondisi kesehatannya kini stabil setelah menjalani pemeriksaan kesehatan di Turki. Ia mengatakan bahwa putranya dalam keadaan baik-baik saja meskipun masih ada sedikit luka.

Sutrawati mengungkapkan rasa terima kasih kepada semua pihak yang membantu pembebasan anaknya. Ia menyebutkan bahwa negara betul-betul serius dalam mengurus pembebasan para WNI. Selain itu, ia juga mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo, Menteri Luar Negeri, serta seluruh pihak yang turut berkontribusi dalam proses pembebasan ini.


Maimon Herawati, salah satu Komite Pengarah GSF dan Ketua Dewan Pengarah Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), merekam kondisi para WNI usai dibebaskan dari Israel. Beberapa dari mereka menceritakan pengalaman penyiksaan yang dialami selama masa penahanan.

Dalam rekaman video yang diterima, Maimon bertanya tentang pengalaman Hendro. Hendro menjawab bahwa dirinya ditonjok, disetrum dua kali, ditendang dua kali, dan di bahu sekali. Ia juga menceritakan pengalaman Asad yang mengalami penindasan serupa.

Maimon menambahkan bahwa kekerasan yang dialami para relawan bisa disebut sebagai situasi yang ringan. Di antara relawan, ada yang harus dibawa dengan stretcher, ada yang harus mendapat operasi, dan ada yang mengalami patah kaki dan tangan. Ia juga menyebut adanya kasus-kasus yang lebih buruk lagi.


Kekerasan yang dialami para WNI juga dikonfirmasi oleh Konsul Jenderal RI Istanbul, Darianto Harsono. Ia menyampaikan bahwa pihaknya telah mendampingi para WNI selama berada di Istanbul. Meskipun beberapa dari mereka mengalami kekerasan fisik seperti ditendang, dipukul, dan disetrum, kondisi kesehatan mereka secara keseluruhan baik.


Menlu Sugiono mengecam keras tindakan penyiksaan yang dilakukan Israel terhadap sembilan WNI aktivis Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0. Ia menyatakan bahwa segala bentuk tindakan tidak manusiawi terhadap relawan merupakan pelanggaran hukum internasional dan bertentangan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan.

Ia menegaskan bahwa pemerintah Indonesia akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan proses pemulangan para WNI berjalan lancar dan aman. Semua WNI akan segera kembali ke tanah air dengan selamat.

Posting Komentar untuk "Setelah Aktivis GSF Dibebaskan dari Israel"