zmedia

Penemuan Jasad Kakek Firdaus yang Utuh di Makkah oleh Tentara Arab

Kakek Jemaah Haji Indonesia Ditemukan Meninggal Dunia di Wilayah Makkah

Seorang jemaah haji asal Jakarta, Muhammad Firdaus Akhlan (73), ditemukan meninggal dunia setelah sebelumnya dilaporkan hilang di Kota Makkah. Kejadian ini terjadi setelah kakek tersebut menghilang setelah pergi Salat Jumat. Jenazahnya akhirnya ditemukan oleh tentara Arab Saudi atau Askar yang sedang melakukan patroli rutin di wilayah Jabal Kudai.

Penemuan Jenazah dan Proses Identifikasi

Muftiono, Kepala Bidang Perlindungan Jemaah (Kabid Linjam) PPIH Arab Saudi, menjelaskan bahwa jenazah ditemukan pada Jumat (22/5/2026) sekitar pukul 02.00 waktu Arab Saudi. Jenazah ditemukan di kawasan Jabal Kudai, berjarak sekitar 1,5 hingga 2 kilometer dari area pemondokan mendiang.

Menurut Muftiono, jenazah ditemukan oleh Askar yang sedang berpatroli di sekitar Jabal Kudai, lalu diserahkan kepada pihak kepolisian dan forensik. Laporan tersebut kemudian diteruskan kepada pihak KJRI di Jeddah. Dalam dokumen forensik memuat informasi jenazah dengan ciri-ciri seperti kakek Firdaus.

Ciri-Ciri Jenazah yang Masih Dikenali

Berdasarkan kondisi jenazah, almarhum diperkirakan telah meninggal dunia sekitar empat hingga lima hari sebelum ditemukan. Meski situasi panas membuat kondisi jenazah mengalami perubahan warna, namun masih utuh dan dapat dikenali. Sarung hitam, baju koko putih, gelang identitas, semuanya masih melekat dan utuh.

Setelah ditemukan, aparat Saudi melakukan pemeriksaan identitas melalui gelang jemaah, data paspor, visa, serta kartu identitas lainnya. Pihak PPIH Arab Saudi juga mengajak istri almarhum, Nafsiah Nawan untuk memastikan ciri-ciri fisik dan pakaian yang dikenakan.

Proses Pemakaman di Makkah

Jenazah rencananya akan dimakamkan di pemakaman umum di Kota Makkah setelah seluruh proses administrasi dari kepolisian dan KJRI selesai dilakukan. Muftiono menyampaikan bahwa proses pemakaman akan segera dilakukan setelah dokumen lengkap diterima.

Peringatan untuk Seluruh Jemaah Haji

Muftiono kembali mengingatkan seluruh jemaah haji Indonesia agar tidak melepas gelang identitas dan selalu membawa kartu Nusuk saat beraktivitas. Ia mengungkapkan, saat ditemukan almarhum tidak membawa kartu Nusuk. Meski demikian, gelang identitas masih melekat sehingga memudahkan proses identifikasi oleh aparat Arab Saudi dan petugas haji Indonesia.

Duka Cita dari Kementerian Haji dan Umrah

Sementara itu, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) turut menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya almarhum. Moh. Hasan Afandi, Kepala Biro Hubungan Masyarakat, menyampaikan terima kasih kepada keluarga almarhum, KJRI Jeddah, otoritas Arab Saudi, pihak rumah sakit Arab Saudi, petugas haji yang melakukan pencarian, serta seluruh masyarakat Indonesia yang turut mendoakan selama proses pencarian berlangsung.

Hasan menegaskan, pemerintah melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi akan menyiapkan badal haji bagi almarhum. Pelaksanaan badal haji tersebut akan dilakukan oleh petugas haji.

Ajakan untuk Menjaga Kepedulian Antar Jemaah

Hasan juga mengajak seluruh jemaah dan petugas untuk meningkatkan kepedulian satu sama lain, terutama terhadap jemaah lansia, disabilitas, perempuan, serta jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu. Ia menekankan pentingnya kepekaan apabila melihat jemaah berjalan sendirian, tampak kebingungan, kelelahan, atau terpisah dari rombongan.

"Bila melihat jemaah berjalan sendirian, tampak kebingungan, kelelahan, atau terpisah dari rombongan, segera sapa dan tanyakan kondisinya. Jika jemaah tersebut tidak mengetahui arah tujuan atau membutuhkan bantuan, antarkan ke petugas terdekat, pos layanan, atau laporkan kepada petugas sektor dan kloter," imbaunya.

Hasan mengingatkan agar tidak membiarkan jemaah berjalan sendiri tanpa pendampingan, khususnya jemaah yang membutuhkan perhatian lebih. Kepedulian antarsesama dinilai sangat penting untuk mengurangi risiko jemaah tersesat atau terpisah dari rombongan.

Posting Komentar untuk "Penemuan Jasad Kakek Firdaus yang Utuh di Makkah oleh Tentara Arab"