zmedia

Diduga Janggal, SPMB Jalur Domisili SMPN 1 Indralaya Disorot Ortu: Jarak 1,4 KM Tak Lulus, 1,6 KM Malah Diterima*


 Diduga Janggal, SPMB Jalur Domisili SMPN 1 Indralaya Disorot Ortu: Jarak 1,4 KM Tak Lulus, 1,6 KM Malah Diterima


OGAN ILIR, Amperaupdate.com -


Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru atau SPMB 2026 di SMP Negeri 1 Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir kembali jadi sorotan. Kali ini muncul dugaan kejanggalan pada sistem seleksi jalur domisili yang memicu protes sejumlah orang tua murid.


Keluhan mengerucut ke soal transparansi dan konsistensi aturan yang ditetapkan pihak sekolah sendiri.


*Aturan vs Fakta Lapangan*  

Berdasarkan persyaratan resmi SMPN 1 Indralaya, jalur domisili khusus untuk calon siswa yang berdomisili di Kelurahan Indralaya Mulya, Indralaya Raya, Indralaya Indah, dan Desa Tanjung Seteko. Ketentuannya jarak maksimal 2 kilometer dari sekolah.


Namun dalam praktiknya, orang tua murid menemukan ketidaksesuaian. Salah satu wali murid mengaku anaknya tidak lulus padahal jarak rumah ke sekolah hanya 1,4 kilometer berdasarkan pengukuran aplikasi peta digital. Jarak itu masih di bawah batas 2 kilometer.


"Kalau mengacu pada aturan sekolah, anak kami jelas memenuhi syarat. Jarak rumah kami hanya sekitar 1,4 kilometer dari sekolah. Tetapi justru tidak dinyatakan lulus," ujarnya.


Yang bikin kecewa, peserta lain yang jarak rumahnya lebih jauh sekitar 1,6 kilometer justru dinyatakan lulus di jalur yang sama.


"Kami sudah mengukur jaraknya dan memiliki bukti. Anehnya, yang jaraknya lebih jauh justru diterima. Ini yang membuat kami mempertanyakan dasar penilaian dan sistem seleksi yang digunakan," tambahnya.


Ia menilai ada selisih sekitar 600 meter dari batas maksimal. Karena itu ia meminta penjelasan resmi soal metode pengukuran jarak yang dipakai sekolah.


*Keluhan Merembet ke Jalur Prestasi*  

Tak hanya jalur domisili, wali murid jalur prestasi juga mengaku kecewa. Anak mereka disebut memenuhi syarat tapi tetap tidak lolos.


Akibatnya, sejumlah wali murid berencana mengadukan masalah ini ke Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Ilir, Pemkab OI, DPRD, hingga instansi pengawas.


"Kami meminta ada audit dan evaluasi menyeluruh terhadap proses penerimaan siswa baru ini. Jika memang sistemnya sudah benar, silakan dibuka secara transparan agar masyarakat paham. Tetapi jika ditemukan pelanggaran, tentu harus ada tindakan tegas," kata salah satu wali murid.


Sebagian ortu bahkan menduga ada faktor "kedekatan/orang dalam". Tapi tuduhan itu belum terbukti dan masih butuh klarifikasi pihak sekolah.


*Kepala Sekolah Belum Bisa Dikonfirmasi*  

Kepala SMPN 1 Indralaya Herlina saat dihubungi awalnya minta awak media datang ke sekolah untuk penjelasan langsung.


"Besok ke sekolah saja Pak, nanti saya jelaskan," ujarnya.


Namun saat tim media mendatangi sekolah Selasa 17 Juni 2026, Kepsek tidak kunjung menemui. Guru piket menyebut Kepsek sedang sibuk dan meminta menunggu. Setelah hampir 1 jam menunggu, konfirmasi tetap tidak didapat. Upaya konfirmasi via WhatsApp juga belum direspons hingga berita ini terbit.


*Masyarakat Tuntut Transparansi*  

Kasus ini menambah daftar keluhan SPMB yang rawan polemik tiap tahun. Ortu berharap Dinas Pendidikan OI dan sekolah membuka mekanisme penentuan kelulusan, metode ukur jarak, dan dasar penilaian secara terbuka.


Transparansi dinilai kunci agar tidak muncul dugaan ketidakadilan dan kepercayaan publik ke sistem PPDB/SPMB tetap terjaga.


Hingga berita ini diterbitkan, SMPN 1 Indralaya belum memberi penjelasan resmi terkait dugaan kejanggalan SPMB jalur domisili. 




Posting Komentar untuk "Diduga Janggal, SPMB Jalur Domisili SMPN 1 Indralaya Disorot Ortu: Jarak 1,4 KM Tak Lulus, 1,6 KM Malah Diterima*"