Diduga Gudang Oplosan BBM di Pemulutan Ogan Ilir Beroperasi "Kucing-Kucingan", Warga Minta Polisi Sidak
Sebuah gudang yang terletak tepat di samping tempat usaha *Ayam Geprek Pak Gendut, Jalan Lingkar Selatan, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan*, diduga beroperasi secara tertutup. Warga setempat menyebut aktivitas di lokasi tersebut "kucing-kucingan".
Di balik penampilan yang tampak biasa, gudang ini diduga menjadi tempat praktik *pengoplosan Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal* yang tidak hanya merugikan negara, tetapi juga membahayakan keselamatan warga sekitar.
Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, gudang tersebut dikelola oleh dua orang berinisial *AL dan TF*. Pola pengelolaan digambarkan seperti "satu rumah bersekat, ada dua kamar makan dan dapur, beda-beda". Artinya, di satu lokasi yang sama terdapat dua pihak yang mengelola secara terpisah namun diduga berkaitan dalam satu rangkaian aktivitas.
Pemilik Lama Kembali Beroperasi
Nama *AL* disebut bukan nama baru di wilayah tersebut. Tiga tahun lalu, di seberang Jalan Lingkar Selatan tidak jauh dari lokasi saat ini, AL pernah membuka gudang BBM yang terbakar hebat. Setelah kejadian itu namanya sempat menghilang dari peredaran.
Kini, AL dikabarkan kembali muncul dan bergabung dengan TF di lokasi baru. "Di dalam gudang itu diduga banyak mobil tangki bahan bakar. Minyak olahan diduga berasal dari wilayah Musi Banyuasin (Muba), lalu diangkut ke sini untuk dioplos dicampur dengan minyak murni. Minyak murni itu sendiri diduga diperoleh dengan cara tertentu pada waktu subuh di SPBU-SPBU sekitar," ungkap sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.
*Berisiko Tinggi, Lokasi di Tengah Pemukiman*
Keresahan warga semakin besar karena lokasi gudang berada tepat di samping tempat makan dan tidak jauh dari permukiman. Jika benar aktivitas pengoplosan BBM berlangsung di sana, risiko kebakaran dan ledakan sangat besar.
Apalagi AL sendiri sudah pernah mengalami kebakaran gudang sebelumnya. "Jangan tunggu sampai api kembali berkobar baru bertindak. Kalau benar ada pengoplosan di sana, bahayanya berkali-kali lipat lebih besar," tambah sumber tersebut.
Warga berharap *Polres Ogan Ilir, Polda Sumatera Selatan, Pertamina, serta instansi terkait* segera melakukan pengecekan mendadak, terutama pada jam-jam rawan seperti waktu subuh, agar kebenaran dapat terungkap sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan.
Menunggu Tindakan Aparat
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi maupun langkah penindakan dari pihak kepolisian terkait dugaan aktivitas pengoplosan BBM di gudang tersebut. Publik kini menunggu klarifikasi dan tindakan nyata dari aparat penegak hukum.
Tim


Posting Komentar untuk "Diduga Gudang Oplosan BBM di Pemulutan Ogan Ilir Beroperasi "Kucing-Kucingan", Warga Minta Polisi Sidak*"